Tuesday, 12 October 2021 04:51

Harga Kakao Naik, Kabar Gembira Bagi Petani Kakao Featured

Written by
Rate this item
(0 votes)

Kakao Panen

Siapa yang tak mengenal makanan cokelat yang satu ini, cokelat yang selama ini di nikmati, baik dalam bentuk batangan atau minuman.
Hasil olahan kakao ini lebih populer di kalangan masyarakat. Perlu diketahui bahwa kakao sendiri merupakan pohon budidaya di perkebunan
yang berasal dari Amerika Selatan, tetapi sekarang ditanam di berbagai kawasan tropika. Nah..dari biji tumbuhan inilah dihasilkan produk olahan
yang biasa kita kenal sebagai cokelat.

Sahabat Advansia, kali ini kita tidak akan terlalu detail membahas mengenai coklat, ya.. karena ada kabar gembira buat para petani kakao khususnya di wilayah Sumatera Utara. Harga Kakao Naik Mencapai Rp24.000 per Kg, Kabar Gembira Bagi Petani Kakao.

Kabar baik ini menghampiri para petani kakao di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Minggu (10/10/2021).

Dikutip dari media online bisnis.com, Tomidi seorang agen keliling menuturkan saat mendatangi petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK) di Sei Bamban.
Di tempat ini, harga biji kakao sejak beberapa tahun terakhir cuma berkisar antara Rp18.000-Rp20.000 per kilogram. Tergantung pada kualitas biji tersebut.

Sedangkan saat ini, harganya bisa mencapai Rp22.000-Rp24.000 per kilogram. Jika kualitasnya baik, maka harga yang dipatok bisa lebih.

Menurut Tomidi, kenaikan harga ini dipicu stok komoditas biji kakao yang menipis.
Sedangkan permintaan banyak. Akan tetapi, Tomidi memperkirakan bahwa harga yang dipatok saat ini cuma akan bertahan sekitar enam bulan.
"Ini (kenaikan harga) mungkin karena kurang bahan. Jadi harganya lebih mahal. Tapi paling bertahan 4-6 bulan saja," tutup Tomidi.

Nah sahabat Advansia tentunya mendengar kabar bahagia ini para petani kakao di seluruh Indonesia
bisa merasakan kebahagian yang sama ya. Semoga harga jual yang tinggi juga bisa dirasakan para petani kakao
di berbagai wilayah di Indonesia. Supaya hasil panen yang di hasilkan dapat optimal dan mendapatkan nilai jual yang tinggi, tentunya petani harus
menjaga ekstra tanamannya agar terhindar dari serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman).

Read 315 times Last modified on Tuesday, 12 October 2021 07:04