Thursday, 30 September 2021 01:45

7 Cara Ampuh Atasi Kutu Kebul (Bemisia Tabaci) Pada Tanaman Featured

Written by
Rate this item
(0 votes)

Menikmati hasil panen yang berlimpah serta menghasilkan nilai jual yang tinggi merupakan keinginan bagi setiap pelaku pertanian.

Hal itu mendorong para petani untuk semangat dan lebih ekstra dalam menjaga apa yang sudah di tanamannya. Meskipun sudah dijaga dan dikelola se-ekstra mungkin, namun ada saja berbagai macam penyakit dan hama yang bermunculan. Hal demikian tentu menjadi momok bagi para petani atau sebagian besar peladang. Akibatnya, mereka mengalami kerugian besar karena masalah hama dan penyakit tanaman yang menyerang perkebunan atau pertanian mereka.

Cegah sebelum kerusakan itu terjadi!

Dalam pembahasan kali ini akan dijelaskan secara rinci mengenai Cara Mudah Mengatasi Kutu Kebul (Bemisia Tabaci) Pada Tanaman.

Hama kutu kebul atau secara ilmiah disebut (Bemisia tabaci) ini sangat meresahkan para petani karena menjadi faktor pembawa virus. Hama ini bersifat polifag (mempunyai banyak jenis tanaman inang) seperti cabai, tomat, kentang, melon, semangka, terong, kedelai , bunga krisan dll.

Gejala kutu kebul pada tanaman

Gejala yang ditimbulkan karena dihisap cairan tanaman mengakibatkan daun menjadi bercak nekrotik karena rusaknya sel-sel dan jaringan daun. Kerusakan dapat menimbulkan gejala keriting daun, klorosis (menguning), belang (mozaik), serta jika serangan parah dapat menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan tidak produktif. Salasatu ancaman terbesar petani adalah kutu kebul, karena kutu kebul sebagai faktor pembawa virus, hampir 60 jenis virus ditularkan oleh kutu kebul diantaranya virus kuning/ gemini, virus clostero, virus nepo, virus carla dll. Siklus hidup kutu kebul yaitu ketika dewasa tubuh berwarna putih dan sayapnya jernih ditutupi lapisan lilin dan tepung. Serangga dewasa biasanya berkelompok pada bagian bawah daun.

Cara mengatasi kutu kebul pada tanaman

  1. Lindungi tanaman cabai sejak persemaian, dengan memakai jaring/ sungkup
  2. Pembersihan lahan dari gulma/ rumput yang menjadi inang kutu kebul seperti bandotan dan ciplukan.
  3. Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inang kutu kebul
  4. Tanamlah tanaman di pinggir untuk menghalangi kutu kebul masuk ke area budidaya
  5. Gunakan perangkap likat kuning, jenis perangkap untuk menangkap serangga yang terbuat dari plastik berwarna kuning yang dilapisi lem.
  6. Mencabut tanaman yang terserang virus dan dibuang jauh dari lahan.
  7. Mengendalikan kutu kebul dengan insektisida ketika sudah dijumpai dilahan sesuai ambang batas.

AGUS Pengendali Kutu Kebul

Penggunakaan insektisida yang tepat untuk hama kutu kebul menjadi kunci sukses petani, yaitu AGUS 500 SC dengan bahan aktif diafenthiuron 500 g/l sebagai insektisida juga akarisida. AGUS 500 SC bekerja dengan cara penguraian bahan aktif diafenthiuron dengan bantuan sinar matahari menjadi senyawa kimia (carbodiimide) dan urea. Carbodiimide sebagai insektisida mengendalikan kutu kebul sedangkan urea bersifat penyuburan tanaman (efek fitotonik). Selain itu AGUS 500 SC mempunyai daya translaminar yang kuat sehingga menjangkau kutu kebul dibalik daun serta melindungi tanaman dalam jangka waktu lebih lama.


Baca Juga : 

Mengatasi Lodoh (Phytophthora Infestans) Pada Tanaman Kentang 

Ancaman Penyakit Embun Bulu (Downy mildew) pada Semangka

 

Read 383 times Last modified on Friday, 08 October 2021 15:36