Friday, 10 September 2021 00:00

Ancaman Penyakit Embun Bulu (Downy mildew) pada Semangka Featured

Written by
Rate this item
(1 Vote)

Dalam menjalankan berbagai aktivitas tanam menanam, tentu ada risiko dan gangguan yang harus diantisipasi.

Beberapa gangguan ini bisa disebabkan oleh hewan yang dapat merugikan (hama), tumbuhan penggangu (gulma) yang tumbuh di sekitar tanaman atau cuaca yang buruk. Selain itu, kehadiran penyakit juga merupakan salasatu penyebab tanaman menjadi kurang berkembang bahkan dapat membuat pertumbuhan pada tanaman menjadi tidak maksimal.

Penyakit pada tumbuhan adalah merupakan gangguan yang disebabkan oleh mikroorganisme berupa virus, bakteri, fungi (jamur), protozoa (hewan bersel satu), dan cacing nematoda. Sama seperti hama, mikroorganisme juga menyerang berbagai organ tumbuhan, baik bagian akar, batang, daun bahkan sampai ke bagian buah.

Akan tetapi, penyakit yang menyerang tumbuhan tidak hanya diserang oleh mikroorganisme saja, melainkan juga dikarenakan kekurangan unsur hara atau unsur tanah, serta faktor lingkungan lainnya. Jadi, terdapat banyak faktor yang menyebabkan penyakit pada tanaman.

Kali ini Advansia akan secara spesifik membahas ancaman penyakit embun bulu pada semangka dan cara mengatasinya.

Penyakit embun bulu (Downy mildew) menyerang tanaman suku labu-labuan (Cucurbitaceae) seperti semangka, melon, labu, timun dan sebagainya.

Penyebab penyakit embun bulu di semangka

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan pseudoperonospora cubensis. Patogen penyakit embun bulu dapat ditularkan melalui angin. Jenis penyakit ini dapat menyebar dengan cepat saat cuaca lembab dan curah hujan yang tinggi. Perlu waspada secara ekstra ketika cuaca mulai memasuki musim penghujan.

Mengenal ciri-ciri penyakit embun bulu di semangka

Untuk mengantisipasi terjadinya penyakit yang semakin meluas. Penting sekali bagi kita untuk mengetahui lebih dini ciri-ciri penyakitnya. Gejala yang terjadi pada tanaman yaitu munculnya bintik pada bagian atas daun, biasanya akan berwarna biru pucat, kekuningan, keunguan dan kecoklatan tergantung jenis tanaman yang diserang.

Bintik ini terlihat memanjang pada tulang daun, gejala serangan biasanya dimulai dari bagian bawah daun tanaman karena biasanya lebih lembab. Pada serangan yang sudah parah, daun akan berubah menjadi coklat atau kuning tua kemudian gugur secara prematur. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, kerugian yang dialami petani akan sangat besar dikarenakan tanaman tidak tumbuh secara maksimal. Dengan begitu akan mempengaruhi hasil pada saat panen mendatang.

Cara mengatasi penyakit embun bulu (Downy mildew) di semangka

  1. Pemilihan benih yang unggul agar tahan terhadap penyakit embun bulu
  2. Pengaturan jarak tanaman yang tidak berdekatan untuk mengurangi kelembaban
  3. Melakukan rotasi tanaman secara berkala untuk memutus siklus penyakit
  4. Bersihkan gulma/ rumput yang menjadi inang alternatif pathogen
  5. Hindari pengairan di siang hari karena akan memicu kelembaban tinggi
  6. Pemupukan yang berimbang dan mengurangi pupuk kandungan nitrogen dengan cara menambah pupuk unsur P, K, Ca dan Mg
  7. Jika ditemukan gejala penyakit embun bulu maka gunakan fungisida dan dosisnya secara tepat.

Spot branding SumiBoxam

Penggunaan fungisida secara tepat sasaran dan dosis yang tepat sangatlah penting untuk diketahui oleh para petani semangka. Dengan begitu penyakit embun bulu (pseudoperonospora cubensis) pada tanaman semangka dapat teratasi. Anda dapat menggunakan fungisida Sumiboxam 100 SC, fungisida terbaru yang masih PATEN dengan bahan aktif Ethaboxam 100 g/l. Sumiboxam 100 SC ini sangat cocok dan menjadi rekomendasi para petani semangka untuk mengendalikan penyakit embun bulu.

Read 968 times Last modified on Wednesday, 22 September 2021 05:44